fotografer: M. Rizki Nugraha (earth hour mataram) / desainer foto: Ahmad Khairul Fareza

Minggu 16 Februari lalu, semangat dan kebersamaan tentang kepedulian terpancar saat kawan-kawan dari Earth Hour Mataram melakukan persiapan menyambut aksi rutin dalam rangka selebrasi Lapak Aksi. Lapak Aksi kali ini mengangkat isu permasalahan sampah plastik. Masalah yang rasanya belum mereda kendati selalu dibahas hampir dalam semua diskusi lingkungan.

Yups. Sampah plastik menjadi salah satu sumber masalah di Mataram, meski kami yakin ini juga terjadi di kota-kota lain. Memulai Lapak Aksi kemarin, kami melakukan Silent Stand dengan maksud mengajak masyarakat untuk menjaga bumi. Ditambah sedikit “gimik” yang menyindir penyebab-penyebab pengedaran sampah plastik.

Aksi tersebut kami lakukan selama 15 menit di kawasan CFD Udayana. Setelahnya, kami bergerak dan berkeliling menyuarakan kepedulian terhadap sampah yang dibuang secara sembarangan. Untuk memperjelas aksi tersebut, kami juga melakukan clean up di area CFD Udayana, antusias yang semakin melonjak pun ditunjukukkan warga setempat dengan turut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Pada hari yang sama, kami bersama kawan-kawan dari Tim Gumi Bamboo melakukan suatu kolaborasi dalam sebuah kegiatan yang bernama “Betukah 2.0”. Kegiatan ini merupakan upaya menggalang dana untuk Yayasan Jage Kastare, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan. Acara ini juga mengenalkan kepada masyarakat tentang konsep hidup minimalis dan memberi pemahaman yang mendalam mengenai arti “Mencintai Bumi”.

Dalam acara tersebut, masyarakat bisa saling menukarkan, melelang, dan mendonasikan barang-barang yang sudah tidak terpakai namun masih layak digunakan. Selain itu, kami juga berkesempatan untuk mengisi sebuah diskusi lingkungan dengan mengangkat tema E-Waste dan Program Beli yang Baik.

Sebelumnya, di hari yang lain, kami juga diberi kesempatan untuk menyuarakan langsung melalui sebuah acara talkshow pagi di RRI Mataram bersama seorang pejabat pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tentu saja kami cukup berterima kasih atas kesempatan tersebut. Besar harapan kami, suara yang telah disiarkan itu mendapatkan respon baik oleh seluruh elemen masyarakat.

Dari sedikit yang pernah-pernah kami lakukan, kami merasakan harapan baru perlahan mulai muncul. Dengan adanya rasa kebersamaan, optimisme, dan kepedulian dapat memberikan sebuah energi yang positif bagi orang-orang di sekitar kita. Bagi bumi kita. Mari terus bergerak untuk melindungi bumi. Istirahat secukupnya, dan berjunag selelahnya.

Salam Lestari!

#IniAksiku #RaiseYourVoiceForNature

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *