fotografer: Alfian Romli / desainer foto: Rori Efendi

Mencari tempat mengisi perut saat dini hari terkadang masuk dalam kategori keputusan hidup yang pelik, terutama untuk masyarkat urban Mataram. Sebenarnya ada beberapa pilihan restoran cepat saji yang buka 24 jam (kapitalis memang tidak mengenal hari libur), tapi beberapa restoran cepat saji ini bukanlah tempat makan yang bisa dibilang menawarkan harga ramah. Alhasil “restoran cepat saji 24 jam” (you know-who) ini menjadi pilihan yang kurang bersahabat bagi masyarakat kelas menengah.

Sebenarnya ada tempat makan alternatif yang dapat menjadi pilihan selain restoran-restoran kapitalis itu, tempat ini familiar dikenal dengan sebutan Jebaq Beleq. Jebal Beleq atau JBL merupakan nama dari wilayah di kawasan Dasan Agung. Di gang JBL, setiap malamnya (kecuali Senin dan Jumat), berjejer warung-warung yang berjualan Mie Instan siap saji dengan harga yang ramah di kantong. Hanya dengan 10 ribu rupiah saja, kita sudah bisa menikmati seporsi komplit mie dengan telur dan potongan-potongan lontong.

Dan apabila satu porsi mie komplit tersebut belum bisa memuaskan nafsu lapar kalian, para masyarakat urban, ada beberapa additional menu berupa tempe goreng, tahu isi, risoles dan oteote, dengan kisaran harga seribu rupiah saja untuk setiap jenisnya.

Tidak ada yang tahu pasti kapan sebuah gang di wilayah Dasan Agung ini berubah menjadi tempat kuliner malam yang terkenal seperti sekarang, namun berdasarkan penuturan seorang Bibiq yang berjualan di sana, mengaku sudah berjualan selama lebih dari sepuluh tahun di JBL.

Pada waktu malam hari sekitar ba’da magrib sampai dengan azan subuh, para pelanggan sudah bisa memesan makanan ke bibiq-bibiq yang berjualan di sana, kemudian menunggu sebentar di tikar-tikar yang sudah disediakan sebelum pesanan sampai.

Selain makanan, berbagai macam jenis pembeli juga bisa kita temukan di JBL. Mulai dari rakyat biasa tidak spesial yang bukan siapa-siapa, pekerja shift malam, mahasiswa yang baru kelar mengerjakan tugas atau laporan praktikum, sekumpulan mbak-mbak atau mas-mas yang mau berangkat atau balik dugem, dan masih banyak lagi pokoknya. JBL hadir sebagai tempat yang menjadi solusi untuk persoalan lapar tengah malam mereka. Dengan adanya JBL, kita, kalian, atau mereka, bisa menyelesaikan urursan lapar tengah malam dengan mudah dan murah.

Sebenarnya masih banyak juga solusi lain untuk masalah lapar tengah malam, tapi jika sejak awal semuanya disebutkan, apa menariknya tulisan ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *