fotografer: Ahmad Khairul Fareza / desainer foto: Ahmad Khairul Fareza

Seperti yang bisa kita lihat beberapa tahun belakangan, tren minum kopi sangat menjamur di Indonesia. Terlihat dari banyaknya kedai kopi yang bermunculan di setiap sudut jalan. Tren kedai kopi ini hampir merata di seluruh daerah. Tanpa kecuali di Mataram. Rasa-rasanya setiap minggu, postingan berupa poster coming soon grand opening dari sebuah kedai kopi tertentu selalu ada yang diunggah ke dinding social media kita.

Namun dari banyaknya kedai kopi baru yang bermunculan, jarang sekali ada yang menawarkan konsep unik atau berbeda dari yang sudah ada. Malah beberapa kedai kopi terkesan hanya mengandalkan spot-spot foto instagramable. Tidak salah sih, hanya saja kelewat membosankan. Padahal tujuan utama kita datang ke sebuh kedai kopi semestinya adalah untuk nongkrong dan ngopi, bukan sekadar fotoan.

Beberapa waktu lalu, ketika tim lasingan.id sedang melakukan diskusi terkait konten mingguan, salah satu kawan memberikan informasi mengenai sebuah kedai kopi baru yang ada di Mataram. Saat pertama kali kami membuka akun instagram kedai yang dimaksud, kami sontak dibuat tertawa karena tulisan yang cukup nyeleneh pada bio akun milik tempat itu. Mereka menuliskan: “Tempat penitipan suami”. Sebuah tagline spirit yang tidak umum untuk digunakan kedai-kedai kopi di Mataram.

Namun hal itulah yang kemudian menjadi karakter dari Now Nao Coffee Store (@nownao.coffeestore). Now Nao (sebutan akrabnya) merupakan kedai kopi yang didirikan pada sekitar awal tahun 2020, dengan jam operasi pukul delapan pagi hingga pukul satu siang. Jika kalian punya kesempatan untuk berkunjung ke tempat ini, kalian akan mengerti betapa tulisan di bio Instagram tersebut begitu menggambarkan suasana di Now Nao. Konsep tempat penitipan suami itu berasal dari kondisi lokasi Now Nao yang persis berada di sebelah pasar Karang Jasi. “Yang datang pagi-pagi ke pasar itu kan biasanya istri serta suami yang mengantarnya. Nah, daripada para suami itu cuma diam nunggu di atas motor (karena tak ikut masuk pasar), mending dititip di sini aja. Ngopi-ngopi dulu,” ucap Indra Trisna sang owner Now Nao saat kami berkunjung.

Seperti yang sudah kami jelaskan di atas, bahwa suasana pagi ketika berkunjung ke Now Nao benar-benar tergambar sebagai tempat penitipan suami, ditandai dengan keberadaan amaq-amaq sarungan yang ngopi sambil ngudut sembari menunggu istri mereka selesai berbelanja di Pasar.

Selain sebagai tempat para istri menitipkan suaminya, Now Nao juga menjual biji-biji kopi dari berbagai daerah di Nusantara. “Alasan kami juga menjual biji kopi, karena Now Nao ingin menjadi kedai yang bukan sekadar tempat nongkrong dan minum kopi saja, tapi bisa juga sebagai tempat untuk penikmat kopi supaya bisa merasakan biji-biji kopi dari Nusantara,” ucap Indra. Ada berbagai macam jenis biji kopi yang bisa ditemukan di sini, beberapa bahkan didatangkan dari luar Lombok. Seperti biji kopi Ciwidey, Bandung, Gayo dari Aceh, dan sebagainya. Untuk kopi khas Lombok sendiri, ada biji kopi Sajang dan Sembalun.

Ketertarikan Indra terhadap dunia perkopian banyak dipengaruhi oleh sosok ayahnya. Ayah Indra merupakan penikmat kopi yang sudah cukup lama bergelut dalam dunia perkopian. Ayahnya jugalah yang mendorong Indra untuk membuka usaha di bidang ini. “Awalnya Now Nao berencana hanya menjual biji kopi, tapi setelah dipikir-pikir kayaknya asik juga kalo ada kedai kopinya sekalian,” ucap Indra.

Tidak seperti kebanyakan kedai kopi di Mataram, Now Nao tidak menyediakan fasilitas Wifii. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan interaksi antar pengunjung satu sama lain. “Kalau kita pasang wifi, takutnya ntar pada sibuk sama gadget-nya masing-masing. Ada yang main game-lah, ada yang youtube-anlah” kata indra. Dan sepertinya, Indra mempertimbangkan idealisme-nya dalam mengambil keputusan ini.

Sebagai sebuah kedai kopi yang berada di samping pasar, Now Nao memberikan pengalaman nongkrong dan minum kopi yang cukup menyenangkan. Selain suasana pagi hari yang khas dan jarang kita bisa temukan ketika berkunjung ke kedai kopi lain, harga dari minuman yang ada di menu juga relatif murah untuk kantong anak muda dan amaq-amaq yang berkunjung. Tapi, bila boleh memberikan saran, ayolah Now Nao: selain menjual kopi, jual juga pisang goreng hangat atau jajanan pasar lainnya. Agar kopi-kopi itu punya kawan saat dinikmati sehingga experience nongkrong pagi di Now Nao benar-benar terasa semakin tematik dan lengkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *