desainer grafis: Ahmad Khairul Fareza

Bentuk penyampaian pesan di era sekarang ini tidak melulu hanya dapat kita jumpai pada novel maupun spanduk di jalan-jalan raya. Pesan juga dapat kita sampaikan salah satunya melalui media audio visual seperti film atau video. Sebagaimana yang dilakukan oleh Boy Pablo, sebuah band aliran pop-rock indie asal Bergen, Norwegia yang menyuguhkan visual storytelling dengan pesan-pesan percintaan ala remaja dalam album lagu terbarunya Wachito Rico.

Boy Pablo dibentuk pada tahun 2015. Band ini memiliki lima anggota yang terdiri dari Nicolas Pablo Munos (vocal and guitar), Gabriel (guitar), Henrik (bass), Eirik (keys), Sigmund (drum). Nama Boy Pablo mulai dikenal setelah single miliknya yang berjudul ‘Everytime’ mengudara di platform YouTube. Seiring perjalanan, nama Boy Pablo semakin tidak asing didengar karena kesuksesan mereka tampil di berbagai acara festival musik, salah satunya di Indonesia ketika menghadiri festival musik Lokatara Fest. Kemudian pada tahun 2019, Boy Pablo kembali menggelar tur ke Asia Tenggara, dan untuk kedua kalinya mengunjungi Indonesia, lalu ke kota-kota lain di Asia seperti Kuala Lumpur, Bangkok, Singapura, Hong Kong, dan juga Manila.

Sejarah ketenaran band ini cukup unik, pasalnya Boy Pablo sendiri adalah proyek musik yang dirintis oleh Nicolas Pablo Munoz saat sedang mengemban pendidikan di Bergen, Norwegia. Pada 2015, berbekal keisengan belaka, Nicolas Pablo bersama teman-temannya berangkat menuju pantai di daerah tempat tinggal mereka untuk merekam lagu ‘Everytime’. Tak disangka nasib lagu tersebut dikenal sampai ke penjuru dunia.

Everytime memiliki karakter lo-fi seperti kebanyakan lagu yang sedang digemari oleh kalangan muda sekarang. Tak jauh beda seperti lagu-lagu Rex Orange County, HONNE, maupun Lany yang memberikan sensasi chill saat mendengarkan lagu-lagunya.

Setelah berhasil meluncurkan dua mini album; Roy Pablo (2017) dan Soy Pablo (2018), Boy Pablo akhirnya memberanikan diri untuk meluncurkan album perdana bertajuk Wachito Rico yang berisi 13 lagu dengan dilengkapi serial klip berjudul Wachito Rico The Movie, pada tanggal 23 Oktober 2020. Wachito Rico diambil dari istilah slang bahasa Chili yang memiliki arti “pria tampan yang dikasihi dan dicintai”.

Diperankan oleh Wachito Rico sang tokoh kunci, Sofia sebagai kekasihnya, John sebagai sahabatnya, Nacho sebagai teman sekaligus musuhnya dan juga Esteban sebagai sepupu laki-lakinya, Wachito Rico The Movie berhasil menerjemahkan lagu-lagu di dalam Wachito Rico dengan visual storytelling yang sinematis.

Dibuka oleh lagu ‘hey girl’ yang menyenangkan, pendengar sekaligus penonton dikenalkan dengan sosok Wachito yang saat itu mengagumi Sofia, perempuan yang menjadi supporter tim dalam sebuah pertandingan sepak bola. Singkat cerita, Wachito yang turut menjadi atlet dalam pertandingan sepak bola tersebut berhasil mencuri perhatian Sofia ketika menaklukan gawang lawan secara heroik.

Berlanjut pada chapter kedua dalam lagu ‘honey’, Wachito mulai dimabuk cinta. Dalam klip ini, Wachito mengungkapkan perasaannya pada Sofia. Dalam klip ini juga diperlihatkan perilaku Wachito yang tak henti-hentinya memikirkan Sofia dan terus-terusan menghubungi perempuan itu melalui telepon kabel.

Chapter ke tiga dalam Wachito Rico The Movie, lagu ‘rest up’ dimainkan. Pada klip ini, Wachito dan Sofia akhirnya memasuki pintu konflik: hamparan permasalahan layaknya pasangan yang mengalami kejenuhan dalam hubungan percintaan. Lelah menghadapi konflik dan ditambah keputusan Sofia yang harus pindah ke kota lain, membuat perpisahan mereka semakin jelas. Perpisahan antara dirinya dan Sofia membuat Wachito menjadi sosok yang menyedihkan. Seolah merespons kondisi sang tokoh, rest up kemudian mengantarkan sebaris lirik yang berbunyi: “Darkness gets stuck on my mind and I get blinded, I wish I could get a break so I can rest up”.

Pada rangkaian cerita selanjutnya, patah hati yang dirasakan Wachito digambarkan oleh lagu ‘leave me alone!’. Lagu ini bertengger di track ke tiga dalam album Wachito Rico. Berbeda dengan judul lagunya yang terkesan dipenuhi rasa kecewa dan sedih, lagu leave me alone! justru dapat membawa suasana pendengar menjadi ceria karena melodi lagu dan liriknya seakan memberikan kebebasan dari rasa patah hati dan kesepian.

Wachito Rico The Movie ditutup dengan lagu “wachito rico” yang memadukan bahasa inggris dan spanyol hingga menambah kemenarikan lagu ini. Wachito yang akhirnya dapat menerima dan memilih untuk melupakan Sofia, terlihat berusaha mengakhiri kesedihannya dengan melompat dan berjoget bersama teman-temannya.

Penulis akan mencoba memaknai pesan yang ingin disampaikan Boy Pablo dalam rangkaian Wachito Rico The Movie, bahwa adanya cekcok, lika-liku maupun pasang-surut mood merupakan sesuatu yang sangat lumrah terjadi di apapun jenis hubungan dan tak terkecuali hubungan asmara. Di saat yang bersamaan, Boy Pablo melalui lagu-lagunya memberikan atmosfer yang menyenangkan sehingga segala keresahan dan kesedihan seperti akibat hubungan percintaan yang gagal dapat disiasati dengan hal-hal seru seperti berjoget dan memakan permen gula.

Please if you can, take your time to listen to the album from start to finish without any interruptions // The songs have been lined up the way they are with purpose, and the album has taken a lot of work to become what it is.” – Boy Pablo (@Soypablo777)

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *