Desain grafis: Ahmad Khairul Fareza

Seri Diskusi merupakan salah satu program tetap Overact Theatre, dan 20 di antaranya—dari yang telah dijalankan—adalah Seri Commedia Dell’arte. Diskusi dilaksanakan dalam rangka distribusi pengetahuan teater; agar tak sekadar bermain tanpa pengetahuan, yang bisa jadi akan berujung pada ketidak berkembangan individu pegiat teater.

Selayaknya pegiat seni teater yang ideal, keseimbangan pengetahuan (teoretis) dan praktik di ruang produksi mestilah diuji. Maka, proses kali ini adalah cara bagi Overact Theatre menguji distribusi pengetahuan mereka sendiri dalam produksi Isabella adalah Kisah Cinta 2 Dunia.

Menyebut kata teater, hampir pasti orang merujuk pada laku-laku yang dimainkan di atas panggung, berkostum representatif spesifik, dan dialog (yang biasanya) berbahasa baku; tak lupa sentuhan musik sebagai penguat suasana. Ialah yang kita kenal sekarang ini sebagai teater modern. Kemudian, bagaimana dengan Commedia Dell’arte?

Sebelum aktivitas teater modern hadir di Indonesia, di belahan bumi Eropa pada abad ke-16, tumbuhlah aktivitas pertunjukan Commedia Dell’arte, yang dalam bahasa Italia berarti komedi dalam seni. Commedia Dell’arte adalah teater rakyat dengan metode pertunjukan yang berbeda dari teater modern; berlaku-laku di area publik dengan jarak yang tipis antara pemain dan penonton, berkostum representatif umum, dan dialog berbahasa pasar atau serupa dengan bahasa sehari-hari masyarakat kala itu. Selain itu, Commedia Dell’arte pun menjadikan improvisasi sebagai pondasi dialog. Berbekal konsep besar dan karakter dasar, para pemain melakukan improvisasi dialog sepanjang pertunjukan.

Terdapat empat karakter dasar pada Commedia Dell’arte, yang di mana keempatnya dibentuk atas representasi tabiat masyarakat. Pertama, karakter Master, bercirikan layaknya orang tua yang bodoh; orang juga biasa menyebutnya Vecchio . Kedua, karakter Zannisebagai representasi dari para pelayan licik. Ketiga, karakter perwira militer yang penuh keberanian palsu yang disebut Il Capitano; atau bisa juga disebut Il Dottore sebagai cerminan karakter para pelajar yang nyatanya bodoh. Terakhir, karakter Innamorati—the lovers; ia dramatis hormonal dan mewah, nyaris konyol tapi tulus.

Keempat karakter di atas dipecah ke enam pemain. Karakter Zanni dipresentasikan oleh Arga Purnama sebagai Harlequinn, Rizki Desima Ardira sebagai Pierrot, dan Bagus Prasetyo sebagai Pulcinella. Karakter Master/Vecchio dipresentasikan Husnu Nazory sebagai Don Pantalone. Dea Fitri Indriani sebagai Isabella representasi Innamorati. Terakhir, Gigih Afrizky Arsyad merepresentasikan Il Dottore tanpa nama.

Secara garis besar, diskusi Commedia Dell’arte yang selama—lebih kurang—satu tahun, dan proses latihan yang tergolong singkat ini menemui satu tantangan. Adanya perbedaan metode dengan proses sebelumnya menjadikan latihan singkat terasa memerlukan konsentrasi lebih, terutama pada keluwesan improvisasi dan kematangan referensi isu sosial. Selaras dengan itu, pembagian durasi dialog antar pemain di atas panggung sangatlah memengaruhi keutuhan pertunjukan. Ha-hal tersebut tentu berbeda dari proses mereka sebelumnya, Overact Festival 2020, yang mengandalkan naskah utuh sebagai patokan dialog.

Di luar dari itu, agaknya tidak ada kendala berarti. Bicara ruang pertunjukan pun Overact—sejak awal—telah bersahabat dengan ruang non-panggung. Pada proses Commedia Dell’arte, hal tersebut sangatlah membantu. Ruang seluas sekitar 6×4 meter di Aroo Creative Space telah dipilih sebagai lokasi presentasi Isabella adalah Kisah Cinta 2 Dunia.

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *