Bumi Solah Adakan Peningkatan Kapasitas Waste Business and Management System Kuta, 2 Juni 2021—Bumi Solah, sebuah usaha sosial bidang konsultasi lingkungan, mengadakan Diskusi Grup Terarah bertajuk, “Sistem Pengolahan Limbah di Kuta dan Sengkol”. Acara tersebut merupakan rangkaian dari program peningkatan kapasitas Waste Business and Management System—yang akan berlangsung sepanjang Juni 2021. Program ini terselenggara guna menindaklanjuti kegiatan proyek ISED – proyek kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Jerman dengan tujuan promosi peluang kerja yang diimplementasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) bersama pemangku kepentingan terkait, yang diadakan di Desa Sengkol pada rentang Agustus 2020 s.d. April 2021.

Berbasis di Lombok Tengah, acara dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya: Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMDes Sengkol—BSF, Invest Island Foundation, Perangkat Desa Kuta dan Perangkat Desa Sengkol, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Provinsi NTB, dan DLHK Kabupaten Lombok Tengah. Selain itu, hadir juga beberapa komunitas masyarakat dan kelompok pengelola limbah, seperti Komunitas Lombok Plastik Free, Yayasan Keep Kuta Clean, Bank Sampah Bintang Sejahtera, Usaha Sosial Plastik Kembali, Nasrudin El Manik Foundation, Bank Sampah Torok, dan Bank Sampah The Gade Clean & Gold.

Acara yang diadakan di Anda Restaurant, Kuta, Lombok Tengah ini bertujuan untuk:

  1. Memetakan potensi dan kebutuhan institusi pengelola limbah di Kuta dan Sengkol.
  2. Menemukan titik temu untuk kolaborasi sehingga dapat membentuk sistem pengelolaan yang bersinergi (segregation, collection, transportation and processing).
  3. Mensosialisasikan program peningkatan kapasitas waste business and management system untuk menjaring peserta dan pemangku kepentingan lainnya.

Dibuka dengan perkenalan Bumi Solah dan program secara garis besar, acara dilanjutkan dengan pengenalan pemangku kepentingan yang mengelola limbah di Kuta dan Sengkol, kemudian pemetaan area kerja, kebutuhan dan potensi kolaborasi antar pemangku kepentingan. Setelah itu, diskusi dimulai dengan empat poin sebagai landasan, yakni:

  1. Pengumpulan dan transportasi limbah,
  2. Pengolahan limbah,
  3. Regulasi kebijakan terkait limbah, dan
  4. Aksi komunitas dan bisnis terkait.

Fasilitator membimbing setiap grup untuk mulai mengurai masalah dan mendiskusikannya guna menemukan solusi konkrit. Sepanjang diskusi, terdapat tiga hal yang menjadi perhatian lebih para peserta:

  1. Kesadaran masyarakat terhadap pola memilah sampah (organik dan anorganik),
  2. Minimnya alat transportasi pengangkut sampah yang menyulitkan mobilisasi, dan
  3. Anggaran operasional yang juga masih belum jadi perhatian pemerintah.

Pada poin pertama terkait kesadaran masyarakat, peserta diskusi sepakat bahwa edukasi ke masyarakat memang masih menjadi akar masalah. Pola komunikasi, serta metode transfer pengetahuan belumlah optimal. Oleh karenanya, menemukan pola edukasi akan terus didiskusikan. Harapannya dengan menemukan pola edukasi , maka pola manajemen sampah akan mudah dirancang. Hal ini penting untuk dilakukan karena pola manajemen sampah yang tepat akan mendorong poin dua dan tiga di atas semakin darurat untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah. Potensi sistem pengolahan limbah yang lestari—pilah sampah (organik dan anorganik) di sumber penghasil limbah kemudian diangkut ke pengelola limbah—merupakan tujuan dari pola tersebut.

Acara diskusi perdana ini memang belum mencapai sampai pada terbentuknya pola. Oleh karena itu, pelatihan selama tiga minggu ke depan diupayakan agar usaha nyata dapat terwujud mewujudkan melalui sistem pengolahan limbah yang lestari. Sebagai hasil dari kerja sama dengan proyek ISED, Bumi Solah juga telah menyusun buku Praktik Cerdas Pariwisata Berkelanjutan untuk Hotel & Restoran di Lombok yang diharapkan dapat mendorong pembaca untuk mengambil tindakan atau mengusahakan praktik pariwisata berkelanjutan. Sehingga keseimbangan antara ekonomi, komunitas, dan lingkungan untuk memastikan masa depan sektor pariwisata dan pulau Lombok yang berkelanjutan.

 

Bumi Solah

phone: 0852-3711-5406

email: info@bumisolah.com

website: www.bumisolah.com

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *