Setelah merilis produk Segaru, Paerstud dan Hibikohi melanjutkan rangkaian Kolaborasi Warga Mataram dengan menyelenggarakan diskusi bertajuk “Serba-serbi Belakang Panggung” dengan pokok pembahasan Visual Branding dan Ilustrasi Cover Musik pada Minggu, 23 Oktober 2022 malam di Hibikohi, Kota Mataram.

Diskusi tersebut menghadirkan Onikill selaku ilustrator dan musisi kelompok musi Roll With The Punch, Cholenesia selaku Redaktur Media Musik Konser Lombok, serta Robbyan Abel Ramdhon selaku juru pandu diskusi.

Pada pukul 20.00 WITA, acara dibuka oleh penampilan seorang musisi, yaitu Sidzia Madvox.

Dalam diskusi Visual Branding dan Ilustrasi Cover Musik, Onikill mengatakan, sampul album adalah hal vital dalam perilisan karya musik.

Sebab, sampul album adalah hal pertama yang akan dilihat oleh apresian sebelum mendengarkan musik.

Menurut Onikill, sampul album musik akan merepresentasikan karakter musik dari seorang musisi atau pun kelompok musik.

“Sampul album atau single musik tetap sangat penting untuk proses branding. Di zaman sekarang, walaupun banyak sampah, sampul musik tetap harus digarap dengan baik dan serius,” ujar Onikill, Minggu, 23 Oktober 2022 malam.

Kemudian, Onikill menceritakan mengenai kebiasaannya sebelum mengerjakan sebuah sampul musik.

Ia terbiasa akan meminta para musisi untuk mengirimkan lagu-lagu terlebih dahulu. Selepas itu, ia akan memulai diskusi terlebih dahulu dengan musisinya, mendengar musik, kemudian menciptakan sampul musiknya.

“Menurut saya, tren populer pun akan sangat mempengaruhi ilustrasi sampul musik. Apabila berbicara soal pengaruh tren populer dengan sampul musik, karya musisi yang ikut dalam arus populer akan punya kesempatan untuk melebarkan penjualan,” jelas Onikill.

Disinggung pendapatnya mengenai acara diskusi “Serba-serbi Belakang Panggung” dengan pokok pembahasan Visual Branding dan Ilustrasi Cover Musik, Onikill menjawab bahwa diskusi tersebut cukup penting. Sebab, untuk pertama kalinya, terdapat sebuah forum diskusi mengenai branding dan sampul album musik.

“Diskusi Visual Branding dan Ilustrasi Cover Musik penting untuk dilakukan. Sebab, terdapat proses sirkulasi pengetahuan antar peserta diskusi, baik musisi atau ilustrator. Menjaga tradisi diskusi adalah hal yang penting agar ekosistem kesenian terus berkembang,” beber Onikill.

Pada awalnya, Onikill menanggap bahwa Kolaborasi Warga Mataram akan berakhir sebatas perilisan produk Segaru. Namun, ia tidak menyangka akan terdapat diskusi yang membahas budaya populer dan industri kreatif. Maka, ia berharap agar isu-isu yang dibahas di diskusi Kolaborasi Warga Mataram makin melebar dan variatif.

“Ke depannya, khususnya di Kota Mataram, saya berharap agar ekosistem industri musik dan seluruh elemen yang membantu dapat makin berkembang,” tandas Onikill.

Sementara itu, Cholenesia mengatakan, saat mengerjakan ilustrasi musik yang pertama ia lakukan adalah mendengar musik dan membaca lirik.

Menurutnya, lirik dan musik akan mempengaruhi perasaan sehingga memantiknya untuk menciptakan sampul musik. Namun, tidak menampik kemungkinan, kedekatan personal juga mempengaruhi pengerjaan sampul musik yang dikerjakannya.

“Sepengelaman di Konser Lombok, masih terdapat sedikit apresian yang memperhatikan sampul musik, lebih condong ke nada dan lirik musik. Apabila terdapat orang-orang yang memperhatikan sampul musik, dapat dipastikan bahwa apresian tersebut memiliki perhatian visual yang cukup baik,” ungkap Cholenesia, Minggu, 23 Oktober 2022 malam.

Lebih lanjut, Cholenesia melihat diskusi yang termaktub dalam program Kolaborasi Warga Mataram merupakan sebuah acara yang cukup langka. Sebab, masih terdapat sedikit orang yang melihat serba-serbi musik dan konser dari sisi yang cenderung berbeda.

Menurutnya, diskusi semacam “Serba-serbi Belakang Panggung” penting untuk terus dilakukan. Sebab, ia meyakini banyak apresian yang membutuhkan program diskusi seperti yang dibuat oleh Paerstud dan Hibikohi.

“Terhadap program Kolaborasi Warga Mataram, saya menyarankan agar terus konsisten lantaran forum-forum diskusi lintas disiplin memang sangat dibutuhkan, termasuk untuk diri saya sendiri,” tandas Cholenesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *